Direktur Bisnis Askrindo Budhi Novianto meraih Best CMO Awards 2026 atas strategi pemasaran dan kemitraan dalam mendorong inklusi asuransi.
JAKARTA — PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Direktur Bisnis Askrindo, Budhi Novianto, meraih penghargaan Best Chief Marketing Officer 2026 in Encouraging Insurance Inclusion and Education through Strategic Partnerships untuk kategori General Insurance dalam ajang Indonesia Best CMO Awards 2026 yang diselenggarakan Warta Ekonomi.
Penghargaan tersebut menyoroti peran pemasaran yang semakin berkembang dalam industri jasa keuangan. Marketing tidak lagi hanya berkaitan dengan penguatan merek dan pelaksanaan kampanye, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan melalui pemanfaatan teknologi, data, inovasi, serta penguatan pengalaman pelanggan.
Budhi Novianto mengatakan perubahan lanskap bisnis membuat fungsi marketing dituntut memberikan kontribusi yang lebih terukur terhadap pertumbuhan perusahaan. Menurutnya, strategi pemasaran perlu semakin dekat dengan kebutuhan pelanggan dan didukung pendekatan berbasis data.
“Kalau melihat dinamika sekarang, peran marketing memang sudah berubah jauh. Kita tidak bisa lagi hanya bicara brand atau kampanye,” ujar Budhi dalam keterangannya. Ia menambahkan bahwa terdapat ekspektasi lebih besar agar marketing dapat menjadi penggerak pertumbuhan bisnis.
Di Askrindo, pendekatan tersebut diarahkan pada pengintegrasian strategi pemasaran dengan tujuan bisnis, terutama dalam memperluas akses masyarakat terhadap produk asuransi dan penjaminan. Upaya itu dilakukan antara lain melalui kemitraan strategis dengan berbagai pihak.
Budhi menilai kolaborasi menjadi salah satu elemen penting dalam memperluas inklusi asuransi. Menurutnya, tantangan untuk meningkatkan akses terhadap produk asuransi tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja sehingga diperlukan ekosistem dan kerja sama lintas sektor.
“Di Askrindo, kami melihat kolaborasi itu bukan sekadar kerja sama, tapi cara untuk membuka akses. Karena tantangan inklusi asuransi itu tidak bisa diselesaikan sendiri, harus lewat ekosistem,” jelas Budhi.
Askrindo sendiri merupakan perusahaan BUMN yang bergerak di bidang asuransi dan penjaminan. Perusahaan didirikan pada 6 April 1971 dan memiliki peran sebagai lembaga penjamin yang membantu menjembatani kebutuhan pembiayaan, khususnya bagi pelaku UMKM yang layak namun memiliki keterbatasan agunan. Sejak 2020, Askrindo menjadi bagian dari holding BUMN perasuransian dan penjaminan Indonesia Financial Group (IFG).
Dalam menjalankan bisnisnya, Askrindo menyediakan berbagai layanan, antara lain penjaminan KUR, asuransi kredit, asuransi kredit perdagangan, surety bond, kontra bank garansi, customs bond, serta sejumlah produk asuransi umum. Produk asuransi kredit juga dirancang untuk memberikan perlindungan finansial kepada bank, IKNB, maupun lembaga nonkeuangan atas risiko tertentu terkait kredit.
Perkembangan teknologi turut menjadi perhatian dalam strategi pemasaran Askrindo. Budhi menyebut pemanfaatan teknologi digital dan artificial intelligence (AI) memberikan peluang untuk memahami perilaku pelanggan secara lebih baik. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut tetap perlu diikuti dengan pengukuran dampak terhadap bisnis.
“Sekarang dengan digital dan AI, kita punya kesempatan untuk benar-benar memahami perilaku customer. Tapi di sisi lain, itu juga jadi tantangan, karena setiap strategi harus bisa dibuktikan impact-nya ke bisnis, bukan hanya awareness,” ujarnya.
Bagi Askrindo, perkembangan tersebut menempatkan fungsi marketing dan komunikasi sebagai bagian dari transformasi bisnis. Digitalisasi layanan dan pengembangan ekosistem kemitraan menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan sekaligus mendukung akses masyarakat terhadap produk asuransi dan penjaminan.
Ke depan, tantangan yang dihadapi bukan hanya kemampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi, tetapi juga memastikan setiap strategi memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan bisnis sekaligus tetap mendukung perluasan inklusi keuangan. Arah tersebut sejalan dengan peran Askrindo dalam mendukung perekonomian nasional melalui layanan perlindungan risiko dan penjaminan.






