Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Susiana, Kepala SMKN 1 Kendit Situbondo, Raih Anugerah Prestasi Indonesia 2026 di Jakarta

Susiana Kepala SMKN 1 Kendit Raih Anugerah Prestasi Indonesia 2026, Dorong Pendidikan Vokasi Situbondo

Susiana, S.P., M.M., Kepala SMKN 1 Kendit Situbondo, menerima Anugerah Prestasi Indonesia 2026 dari Lembaga Penghargaan Indonesia. Simak kiprahnya memperkuat pendidikan vokasi, kemitraan industri, dan pengembangan kompetensi siswa.

JAKARTA — Kiprah kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi kembali mendapat perhatian melalui penyelenggaraan Anugerah Prestasi Indonesia 2026. Salah satu figur pendidikan yang memperoleh apresiasi tersebut adalah Susiana, S.P., M.M., Kepala SMK Negeri 1 Kendit, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

SPONSORED
Tertarik dengan penawaran ini?Pilih Lihat Detail atau langsung Hubungi Kami.

Penghargaan diberikan melalui program Lembaga Penghargaan Indonesia (LPI) yang diselenggarakan pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di Mercure Simatupang Hotel, Jakarta.

Acara tersebut berada di bawah kepemimpinan Ferdiansyah Rahman selaku Ketua Penyelenggara, dengan memberikan apresiasi kepada figur dan institusi dari berbagai bidang profesional.

Bagi Susiana, pengakuan tersebut menjadi salah satu momentum dalam perjalanan kepemimpinannya di dunia pendidikan kejuruan, khususnya dalam mendorong kesiapan peserta didik menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Nama Susiana sebelumnya juga tercatat dalam pemberitaan mengenai penghargaan dedikasi kepala sekolah serta sejumlah kegiatan pengembangan pendidikan di SMKN 1 Kendit.

SMKN 1 Kendit dan Komitmen Pendidikan Kejuruan

SMK Negeri 1 Kendit merupakan sekolah menengah kejuruan negeri yang berlokasi di Jalan Arjo Kusumo Nomor 2, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Berdasarkan profil resmi sekolah, SMKN 1 Kendit berdiri pada 17 September 2005 dan memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 20539364.

Sekolah tersebut mengusung semangat “Berkarakter, Terampil, dan Siap Kerja”, yang menggambarkan orientasi pendidikan kejuruan dalam membangun kompetensi sekaligus karakter peserta didik.

Pendidikan vokasi memiliki karakteristik berbeda dari pendidikan umum karena memberikan perhatian pada penguasaan keterampilan yang dapat diterapkan dalam lingkungan kerja.

Namun, keberhasilan pendidikan kejuruan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis.

Peserta didik juga perlu mengembangkan kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan komunikasi, serta kesiapan beradaptasi dengan perubahan kebutuhan industri.

Dalam konteks tersebut, kepemimpinan kepala sekolah memiliki peran penting dalam menghubungkan proses pembelajaran dengan kebutuhan profesional di luar lingkungan sekolah.

Susiana Pernah Menerima Penghargaan Kepala Sekolah Berdedikasi

Sebelum memperoleh Anugerah Prestasi Indonesia 2026, Susiana telah mendapat apresiasi dalam lingkup pendidikan Jawa Timur.

Pada Januari 2025, Harian Bhirawa memberitakan bahwa Susiana menerima penghargaan sebagai kepala sekolah berdedikasi dalam menjalankan tugas dari Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Bondowoso–Situbondo.

Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian kegiatan refleksi pendidikan 2024 dan pemantapan program pendidikan 2025.

Apresiasi itu menjadi salah satu catatan perjalanan profesional Susiana dalam menjalankan tanggung jawab sebagai pemimpin satuan pendidikan.

Dalam pemberitaan tersebut, Susiana menyampaikan bahwa penghargaan menjadi motivasi bagi guru dan tenaga kependidikan di SMKN 1 Kendit.

Pesan tersebut menunjukkan pentingnya menempatkan capaian seorang kepala sekolah dalam konteks kerja bersama seluruh warga sekolah.

Sebab, keberhasilan penyelenggaraan pendidikan tidak dapat dilepaskan dari kontribusi guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua, dan berbagai mitra yang mendukung kegiatan pembelajaran.

Bangun Kerja Sama Praktik Kerja Lapangan dengan Pengadilan Negeri Situbondo

Salah satu langkah pengembangan pendidikan yang tercatat dalam sumber resmi adalah kerja sama SMKN 1 Kendit dengan Pengadilan Negeri Situbondo.

Pada 23 September 2026, Susiana mewakili SMKN 1 Kendit dalam penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Pengadilan Negeri Situbondo Kelas IB.

Pihak pengadilan diwakili oleh Ketua Pengadilan Negeri Situbondo, Dr. Ngurah Suradatta Dharmaputra, S.H., M.H.

Kerja sama tersebut menjadi dasar pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi siswa SMKN 1 Kendit di lingkungan pengadilan.

Program itu dirancang untuk mendukung pengembangan keterampilan, pembentukan etika kerja, serta penyesuaian pembelajaran sekolah dengan kebutuhan operasional dunia kerja.

Dalam pelaksanaannya, sekolah bertanggung jawab menyiapkan peserta, menyediakan guru pembimbing, dan melakukan pemantauan.

Sementara itu, pihak pengadilan menyediakan pendampingan, fasilitas yang relevan, serta penilaian terhadap pelaksanaan kegiatan siswa.

Kemitraan ini memperlihatkan bahwa pembelajaran vokasi dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai institusi, termasuk lembaga pelayanan publik.

Bagi peserta didik, pengalaman praktik di lingkungan kerja menjadi kesempatan untuk memahami budaya organisasi, tanggung jawab profesional, dan penerapan keterampilan secara langsung.

Pengembangan Talenta Siswa Bersama Yamaha

Selain kemitraan dengan lembaga pemerintah, SMKN 1 Kendit juga tercatat mengembangkan kegiatan pembinaan siswa melalui kerja sama dengan dunia industri.

Pada Desember 2024, situs resmi sekolah memublikasikan kegiatan persiapan program bina talenta bagi siswa jurusan Teknik Sepeda Motor bersama Yamaha.

Program tersebut melibatkan siswa yang dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi keterampilan pada tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional.

Dalam publikasi sekolah, kegiatan itu dilaksanakan berdasarkan arahan Susiana sebagai kepala sekolah.

Siswa yang mengikuti program diarahkan untuk memperoleh pelatihan lebih lanjut melalui mitra dunia usaha dan dunia industri.

Kegiatan ini memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara sekolah kejuruan dan industri dalam mendukung pengembangan keterampilan peserta didik.

Bagi siswa SMK, pembinaan melalui mitra industri dapat memberikan pengalaman tambahan yang melengkapi pembelajaran di ruang kelas dan bengkel sekolah.

Namun, keberhasilan program tetap perlu dilihat melalui perkembangan kompetensi peserta dan hasil pembinaan yang dapat diukur.

Dorong Budaya Inovasi Guru dan Tenaga Kependidikan

Peningkatan kualitas pendidikan kejuruan tidak hanya bergantung pada keterampilan siswa, tetapi juga pada kemampuan guru dan tenaga kependidikan untuk terus berkembang.

Pada Januari 2025, SMKN 1 Kendit menyelenggarakan sosialisasi penggunaan Ruang GTK dan penilaian angka kredit bagi tenaga pendidik.

Kegiatan tersebut juga berkaitan dengan penyelarasan rencana kerja guru dan tenaga kependidikan terhadap program unggulan sekolah.

Salah satu program yang disebutkan dalam publikasi sekolah adalah ON POINT (One Person One Innovation).

Program tersebut mengusung gagasan bahwa setiap guru dan tenaga kependidikan didorong untuk menghadirkan inovasi dalam lingkup pekerjaannya.

Dalam pengelolaan pendidikan, budaya inovasi memiliki peran penting untuk mendorong perbaikan proses pembelajaran dan pelayanan sekolah.

Inovasi tidak selalu harus berbentuk teknologi yang kompleks.

Pengembangan metode mengajar, peningkatan layanan administrasi, penyederhanaan prosedur, dan pendekatan baru dalam pendampingan siswa juga dapat menjadi bagian dari pembaruan organisasi.

Tantangan Menyiapkan Lulusan yang Siap Kerja

Pendidikan vokasi menghadapi tantangan untuk memastikan keterampilan yang diajarkan tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Perkembangan teknologi, perubahan proses bisnis, dan kebutuhan kompetensi baru menuntut sekolah untuk terus memperbarui pendekatan pembelajaran.

Bagi sekolah kejuruan, kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri menjadi salah satu cara untuk mempertemukan materi pendidikan dengan praktik profesional.

Program PKL, pelatihan industri, dan pembinaan keterampilan dapat membantu peserta didik memahami standar kerja serta membangun pengalaman sebelum lulus.

Namun, kesiapan kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis.

Karakter, kedisiplinan, etika, kemampuan memecahkan masalah, dan komunikasi juga menjadi bagian penting dari kompetensi lulusan.

Dalam konteks tersebut, visi SMKN 1 Kendit untuk membentuk peserta didik yang berkarakter, terampil, dan siap kerja memiliki relevansi dengan kebutuhan pendidikan vokasi.

Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Penguatan Kemitraan

Sebagai kepala sekolah, Susiana menjalankan tanggung jawab yang mencakup pengelolaan pembelajaran, koordinasi tenaga pendidik, pengembangan program, dan hubungan dengan pemangku kepentingan.

Kepemimpinan sekolah kejuruan juga membutuhkan kemampuan membangun komunikasi dengan mitra eksternal.

Kerja sama dengan Pengadilan Negeri Situbondo dan kegiatan pembinaan bersama Yamaha merupakan contoh kegiatan sekolah yang mempertemukan pendidikan dengan lingkungan profesional.

Kedua kegiatan tersebut memiliki tujuan yang berbeda, tetapi sama-sama berkaitan dengan penguatan pengalaman dan keterampilan peserta didik.

Di sisi internal, pengembangan budaya inovasi guru dan tenaga kependidikan menjadi bagian dari kebutuhan membangun organisasi sekolah yang adaptif.

Upaya tersebut memerlukan kesinambungan agar tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi memberikan manfaat terhadap kualitas pembelajaran.

Anugerah Prestasi Indonesia 2026 Menjadi Momentum Apresiasi

Penghargaan Anugerah Prestasi Indonesia 2026 yang diberikan kepada Susiana menghadirkan perhatian terhadap peran kepala sekolah dalam pembangunan sumber daya manusia.

Program penghargaan yang diselenggarakan Lembaga Penghargaan Indonesia tersebut memberikan apresiasi kepada figur dan institusi dari berbagai bidang.

Bagi Susiana, pengakuan ini menambah catatan perjalanan profesionalnya setelah sebelumnya menerima penghargaan dedikasi kepala sekolah pada 2025.

Namun, penghargaan dari lembaga penyelenggara perlu dibedakan dari akreditasi sekolah maupun evaluasi resmi pemerintah terhadap hasil pendidikan.

Keberhasilan pendidikan vokasi tetap harus dinilai melalui indikator yang terukur, termasuk kompetensi siswa, kualitas pembelajaran, pelaksanaan kemitraan, serta keberlanjutan lulusan menuju dunia kerja, pendidikan tinggi, atau kewirausahaan.

Dengan demikian, penghargaan dapat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap pengembangan mutu pendidikan.

Dari Situbondo, Membangun Masa Depan Melalui Pendidikan Vokasi

Perjalanan SMKN 1 Kendit memperlihatkan pentingnya peran sekolah kejuruan dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.

Melalui kegiatan pembinaan siswa, kerja sama praktik kerja lapangan, dan pengembangan inovasi tenaga pendidik, sekolah memiliki ruang untuk terus memperkuat kualitas pelayanannya.

Bagi Susiana, Anugerah Prestasi Indonesia 2026 menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap kiprahnya sebagai kepala sekolah.

Tantangan berikutnya adalah menjaga keberlanjutan program dan memastikan bahwa setiap langkah pengembangan memberikan manfaat bagi peserta didik.

Pendidikan vokasi yang kuat tidak hanya menghasilkan lulusan dengan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki karakter, kepercayaan diri, dan kesiapan menghadapi dunia profesional.

Dari Kabupaten Situbondo hingga panggung apresiasi nasional di Jakarta, kiprah Susiana menjadi bagian dari perjalanan pendidikan kejuruan yang terus berupaya menghubungkan pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan masa depan.

Subscribe to My Newsletter

Subscribe to my weekly newsletter. I don’t send any spam email ever!