Telkomsel meraih tiga pengakuan global di TM Forum DTW Ignite 2026, termasuk Excellence Award, Catalyst Innovation Visionary, dan validasi Autonomous Network Level 4.
JAKARTA — Telkomsel kembali mencatat prestasi di tingkat global melalui tiga pengakuan dalam rangkaian TM Forum Digital Transformation World (DTW) Ignite 2026 di Copenhagen, Denmark. Capaian tersebut memperkuat posisi Telkomsel sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi Indonesia yang aktif mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), otomasi jaringan, dan transformasi digital.
DTW Ignite 2026 berlangsung pada 23–25 Juni 2026 dan mempertemukan lebih dari 5.000 peserta dari lebih dari 100 negara. Forum tersebut menjadi salah satu ajang penting bagi pelaku industri telekomunikasi dan ekosistem teknologi global untuk membahas perkembangan AI, autonomous network, arsitektur digital serta inovasi layanan.
Salah satu pencapaian Telkomsel adalah TM Forum Excellence Awards 2026 kategori Excellence in People, Profit, and Planet. Penghargaan tersebut diberikan atas inovasi AI-Powered Early Warning System yang dikembangkan untuk mendeteksi potensi dampak bencana lebih awal, mempercepat respons dan membantu menjaga keberlangsungan layanan telekomunikasi.
Sistem tersebut mengintegrasikan berbagai sumber data untuk melakukan pemantauan dan analisis terhadap potensi kejadian yang dapat mengganggu layanan. Telkomsel menyebut teknologi itu telah mendeteksi ribuan insiden, menjangkau ratusan kota, serta mengirimkan jutaan peringatan untuk membantu masyarakat memperoleh informasi lebih cepat ketika kondisi darurat terjadi.
Selain penghargaan tersebut, Telkomsel juga mendapatkan Catalyst Innovation Visionary dari TM Forum. Pengakuan ini diberikan atas kontribusi dan keterlibatan aktif Telkomsel sebagai Champion dalam program TM Forum Catalyst, yang mempertemukan perusahaan telekomunikasi dan mitra teknologi untuk mengembangkan solusi terhadap berbagai tantangan industri.
TM Forum mencatat Telkomsel sebagai salah satu penerima penghargaan Catalyst Innovation Visionary bersama Huawei. Program Catalyst sendiri menjadi wadah kolaborasi industri untuk mengembangkan dan menguji solusi baru, termasuk teknologi AI, otomasi dan pendekatan jaringan generasi berikutnya.
Pengakuan ketiga datang melalui AN L4 Alpha Validation, yakni validasi implementasi tingkat tinggi untuk Autonomous Network Level 4. Telkomsel menjadi operator pertama di Indonesia dan ketiga di Asia Tenggara yang memperoleh validasi tersebut dari TM Forum.
Melalui penerapan AI pada pengelolaan kualitas jaringan, Telkomsel berupaya membuat jaringan mampu melakukan pemantauan secara lebih otomatis, mengenali potensi gangguan lebih awal, serta merespons permasalahan secara lebih cepat. Bagi pelanggan, tujuan akhirnya adalah koneksi yang lebih stabil dan pengalaman digital yang semakin lancar.
Direktur IT Telkomsel Joyce Shia mengatakan pengakuan tersebut memperkuat langkah perusahaan dalam memanfaatkan AI untuk menghadirkan layanan yang lebih relevan dan mudah digunakan pelanggan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi perlu didukung fondasi data dan sistem yang terintegrasi serta terpercaya.
Sementara itu, Direktur Network Telkomsel Indra Mardiatna menekankan bahwa manfaat teknologi pada akhirnya harus dirasakan langsung oleh pelanggan. Menurutnya, penerapan AI dan autonomous network diarahkan untuk mendeteksi potensi gangguan lebih dini sehingga jaringan dapat menjadi semakin cerdas dan resilien.
Capaian di Copenhagen tersebut juga melanjutkan rekam jejak Telkomsel di ajang TM Forum. Pada DTW 2024, perusahaan meraih tiga penghargaan, sedangkan pada DTW 2025 Telkomsel mencatat empat penghargaan. Pada 2025, sejumlah pengakuan yang diterima antara lain Outstanding Catalyst – Business Impact, Use of TM Forum Assets, Interactive Showcase, dan Attendees’ Choice Award.
Bagi industri telekomunikasi, konsistensi tersebut menunjukkan bahwa kompetisi tidak lagi hanya berkaitan dengan kualitas konektivitas. Kemampuan operator dalam mengelola data, menerapkan AI, mengotomatisasi jaringan, dan menciptakan pengalaman pelanggan juga semakin menentukan daya saing.
Perkembangan itu sejalan dengan arah industri global yang mulai bergerak dari sekadar jaringan otomatis menuju jaringan yang semakin mampu melakukan analisis dan pengambilan tindakan secara mandiri. TM Forum dalam DTW Ignite 2026 menempatkan autonomous networks, AI dan arsitektur digital yang lebih fleksibel sebagai bagian penting dari agenda transformasi industri.
Bagi Indonesia, capaian Telkomsel memiliki arti tambahan karena pengembangan teknologi tersebut berlangsung di tengah kebutuhan untuk memperkuat ketahanan digital nasional. Jaringan telekomunikasi tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga menopang aktivitas ekonomi, layanan publik, pendidikan, kesehatan dan berbagai kegiatan masyarakat.
Dengan demikian, penerapan AI untuk mendeteksi gangguan jaringan maupun potensi bencana bukan hanya persoalan efisiensi operasional perusahaan. Teknologi tersebut juga dapat menjadi bagian dari upaya memastikan konektivitas tetap tersedia ketika masyarakat paling membutuhkannya.
Tiga pengakuan global di DTW Ignite 2026 pada akhirnya menjadi gambaran dari arah transformasi Telkomsel. Perusahaan tidak hanya mengejar pengembangan teknologi baru, tetapi juga berupaya menerapkannya dalam operasi jaringan, keberlanjutan layanan dan pengalaman pelanggan.
Ke depan, tantangan Telkomsel adalah memastikan inovasi tersebut terus menghasilkan manfaat yang terukur. Dengan perkembangan AI yang semakin cepat, operator telekomunikasi dituntut mampu menjaga keseimbangan antara inovasi, keamanan, keandalan jaringan dan kebutuhan pelanggan.
Bagi Telkomsel, pencapaian di Copenhagen menjadi salah satu penanda bahwa inovasi yang dikembangkan di Indonesia dapat memperoleh pengakuan di panggung industri global. Pada saat yang sama, capaian tersebut menjadi dorongan untuk terus membangun jaringan yang lebih cerdas, tangguh dan mampu mendukung kebutuhan digital masyarakat.
Sumber
CNN Indonesia — Telkomsel Raih Tiga Pengakuan Global di TM Forum DTW Ignite 2026


