Jakarta — Swiss kembali menegaskan posisinya sebagai pusat kekayaan dunia setelah mayoritas pemilih menolak usulan pajak bagi kalangan ultrakaya. Keputusan ini memperkuat daya tarik negara tersebut sebagai destinasi utama bagi aset global.
Penolakan pajak ultrakaya dianggap sebagai langkah mempertahankan iklim investasi yang ramah bagi miliarder dan perusahaan besar. Swiss selama ini dikenal dengan stabilitas politik, sistem hukum yang kuat, serta kerahasiaan finansial yang menjadi magnet bagi investor internasional.
Data terbaru menunjukkan bahwa meski ada tekanan global untuk meningkatkan pajak bagi kalangan kaya, Swiss tetap menjadi lokasi nomor satu bagi akumulasi kekayaan. Hal ini menegaskan daya saing negara tersebut dibandingkan pusat finansial lain di Eropa maupun Asia.
Pengamat menilai keputusan rakyat Swiss mencerminkan tradisi demokrasi langsung yang kuat. Dengan menolak pajak baru, masyarakat memilih mempertahankan status quo yang dianggap mendukung pertumbuhan ekonomi dan stabilitas finansial.
Selain itu, posisi Swiss sebagai pusat kekayaan dunia juga diperkuat oleh migrasi aset dari Timur Tengah dan Asia. Investor memilih Swiss karena reputasinya sebagai tempat aman untuk menyimpan dan mengelola kekayaan.
Kesimpulannya, penolakan pajak ultrakaya bukan sekadar isu domestik. Ia adalah sinyal global bahwa Swiss tetap menjadi destinasi utama bagi kekayaan dunia, sekaligus mempertegas perannya sebagai pusat finansial internasional.



