Tiga Tokoh Asia Raih Ramon Magsaysay Award 2026, Ini Kontribusi Mereka

Tommy Koh, Runa Khan, dan Bo Kyi meraih Ramon Magsaysay Award 2026 atas kontribusi di bidang diplomasi, kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, dan HAM.

JAKARTA — Tiga tokoh dari Asia mendapat penghargaan Ramon Magsaysay Award 2026, salah satu penghargaan bergengsi di kawasan yang diberikan kepada individu dengan kontribusi besar bagi masyarakat. Ketiga penerima tahun ini berasal dari Singapura, Bangladesh, dan Myanmar, yakni diplomat Tommy Koh, pegiat kemanusiaan Runa Khan, serta aktivis hak asasi manusia Bo Kyi.

Tommy Koh dari Singapura mendapat penghargaan atas kiprahnya dalam diplomasi internasional, hukum, dan pelayanan publik. Kariernya selama puluhan tahun antara lain ditandai dengan peran penting dalam negosiasi United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) yang kemudian diadopsi pada 1982. Koh juga pernah memimpin berbagai proses diplomasi internasional dan turut terlibat dalam penyusunan ASEAN Charter.

Penghargaan kedua diberikan kepada Runa Khan dari Bangladesh. Pendiri organisasi sosial Friendship itu dikenal karena kiprahnya membantu masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil dan rentan terhadap dampak perubahan iklim. Program yang dikembangkan Friendship mencakup layanan kesehatan, pendidikan, penghidupan, serta dukungan bagi masyarakat yang menghadapi bencana dan perubahan lingkungan.

Salah satu pendekatan yang dikembangkan melalui kepemimpinan Khan adalah penyediaan layanan yang dapat menjangkau komunitas yang sulit diakses. Friendship juga mengembangkan sekolah yang dapat dipindahkan ketika wilayah tempat tinggal masyarakat terancam erosi atau perubahan kondisi lingkungan. Model tersebut menunjukkan bagaimana layanan sosial dapat disesuaikan dengan tantangan geografis dan iklim.

Sementara itu, Bo Kyi dari Myanmar menerima penghargaan atas perjuangannya dalam membela hak-hak tahanan politik serta mendorong akuntabilitas dan keadilan. Mantan tahanan politik tersebut merupakan salah satu pendiri Assistance Association for Political Prisoners (AAPP) pada 2000. Organisasi itu mendokumentasikan kasus penahanan politik dan memberikan dukungan kepada tahanan politik serta keluarga mereka.

Peran AAPP menjadi semakin penting setelah kudeta militer Myanmar pada 2021, ketika penangkapan dan penahanan terhadap warga serta aktivis meningkat. Penghargaan kepada Bo Kyi sekaligus menyoroti pentingnya dokumentasi, advokasi, dan perlindungan terhadap hak asasi manusia dalam situasi politik yang penuh tekanan.

Ketiga tokoh tersebut memperlihatkan tiga bentuk pengabdian yang berbeda. Tommy Koh menunjukkan peran diplomasi dan hukum internasional dalam membangun kerja sama antarnegara, Runa Khan menghadirkan pendekatan kemanusiaan untuk masyarakat rentan, sedangkan Bo Kyi mempertahankan perjuangan terhadap ketidakadilan dan pelanggaran hak asasi manusia. Ketiganya dipersatukan oleh gagasan mengenai pelayanan kepada masyarakat dan kepemimpinan yang berdampak luas.

Dengan tiga penerima baru tersebut, jumlah penerima Ramon Magsaysay Award hingga 2026 mencapai 359 orang dan organisasi dari 24 negara serta wilayah di Asia. Penghargaan ini pertama kali diberikan pada 1958 dan terus menjadi salah satu bentuk pengakuan penting terhadap kepemimpinan transformatif di kawasan.

Ketiga penerima akan menerima penghargaan secara resmi dalam 68th Ramon Magsaysay Awards Presentation Ceremonies yang dijadwalkan berlangsung pada 15 November 2026 di Metropolitan Theater, Manila, Filipina. Prosesi tersebut akan menjadi puncak rangkaian kegiatan penghargaan Ramon Magsaysay tahun ini.

UCA News – “Tiga Tokoh Raih Penghargaan Ramon Magsaysay 2026”

Subscribe to My Newsletter

Subscribe to my weekly newsletter. I don’t send any spam email ever!